Blog Archive

Search

Memuat...
Senin, 10 Januari 2011

Apa sebab orang berbohong?

Sebuah penelitian di Amerika yang dilakukan oleh NIMH (National Institute of Mental Health) menunjukkan bahwa dalam seminggu, orang berbohong  terhadap 30% orang lain dalam komunitas. Mahasiswa malah menunjukkan angka 38% jumlah orang yang mereka bohongi. Jadi kira-kira, dari 100 orang yang diajak berinteraksi dalam seminggu, maka ada 38 orang yang telah dibohongi. Luar biasa bukan?!
Apabila kebohongan memang sangat masif dilakukan, tentunya ada alasan mengapa bohong menjadi penting dilakukan. Tidak ada sesuatu tanpa sebab bukan?! Nah, apa yang menyebabkan timbulnya kebohongan? Sekurang-kurangnya terdapat 4 faktor penyebab orang berbohong, yaitu :
  1. Faktor kepribadian, yakni adanya pribadi-pribadi tertentu yang cenderung untuk selalu berbohong
  2. Faktor konteks sosial, yakni adanya konteks sosial tertentu yang membuat orang melakukan kebohongan.
  3. Faktor kemanfaatan bagi pembohong, yakni adanya kemanfaatan yang dicapai bagi pelaku kebohongan.
  4. Faktor kemanfaatan bagi orang lain yakni adanya kemanfaatan bagi orang lain.
Faktor kepribadian penyebab kebohongan
Apakah Anda menemui orang di sekitar Anda yang sering melakukan kebohongan?  Jika iya, apa pendapat Anda? Sangat mungkin Anda menuduhnya memiliki kepribadian tertentu yang membuat orang tersebut menjadi lebih pembohong. Biasanya, mereka yang melakukan kebohongan jauh lebih banyak daripada umumnya orang disebut  pseudologia fantastica. Adapun kecenderungan patologis untuk secara rela dan sadar berbohong dan membuat cerita khayalan disebut mythomania.
Para penderita mythomania memiliki kecenderungan sangat kuat untuk membuat cerita bohong pada orang lain namun bukan karena ingin membohongi. Mereka berbohong lebih karena keinginan mendapatkan perhatian lebih besar. Jadi, bila Anda mengalami keinginan sangat kuat untuk lebih diperhatikan oleh orang lain, lalu karenanya mengarang cerita bohong, dan Anda sering melakukannya maka Anda, mengalami mythomania.
Menurut banyak ilmuwan psikologi, ada tipe kepribadian tertentu yang cenderung untuk melakukan kebohongan lebih banyak daripada orang lain. Berbeda dengan mythomania yang merupakan kecenderungan patologis atau ketidakberesan mental. Ada jenis kepribadian tertentu yang normal namun cenderung untuk lebih mudah berbohong. Kepribadian yang seperti apakah yang cenderung untuk lebih mudah berbohong itu?
Mereka yang cenderung melakukan kebohongan adalah mereka yang cenderung memiliki kepribadian manipulatif (lebih suka memanipulasi segala sesuatu), lebih memperhatikan penampilan diri (baik secara psikis maupun fisik) dan lebih mudah melakukan interaksi sosial dengan orang lain (sociable). Coba Anda perhatikan di sekitar Anda, jika ada orang yang semacam itu maka ia lebih mungkin untuk melakukan kebohongan, meskipun tentu saja Anda tidak bisa menuduhnya.
Faktor konteks sosial penyebab kebohongan
Coba Anda ingat, pernahkah Anda berada dalam situasi dimana Anda mau tidak mau harus berbohong? Apakah Anda akan mengatakan yang sesungguhnya pada mertua Anda bahwa Anda disakiti oleh anaknya? Sangat mungkin Anda akan mengatakan tidak kepadanya. Pada saat calon mertua Anda menanyai Anda apakah Anda masih bujang asli. Maka apa jawaban Anda? Jika Anda menjawab sudah tidak lagi, Anda akan kehilangan muka, plus kehilangan anaknya. Jika menjawab masih, itu bohong namanya. Nah, apa yang Anda pilih?
Bagaimana sikap Anda terhadap pejabat tinggi negara di Jakarta dengan petani penggarap lahan di Bantul? Sudah tentu berbeda. Apakah Anda akan mengatakan ‘jelek’, gaya berpakaian sang pejabat jika Anda diminta menilainya? Sangat mungkin Anda akan mengatakan tidak jelek, meskipun sebenarnya Anda menilainya jelek. Seperti kata Emha Ainun Nadjib, “Di depan pak Menteri, bola tenis itu tahu”. Lha jelas, masa’, main tenis lawan pak menteri habis-habisan. Itu artinya tidak tahu diri. Jadi, terang ada situasi-situasi dimana seseorang didorong untuk berbohong.
Terdapat banyak situasi dimana seseorang didorong untuk berbohong. Misalnya pada situasi kerusuhan, maka kebohongan lebih banyak beredar. Apakah Anda akan mengaku warga kampung A pada warga kampung B yang menyerang kampung A, meski Anda warga kampung A? Anda mati konyol kalau mengaku warga kampung A.
Berbohong juga biasa dilakukan pada saat menghadapi pihak yang lebih berkuasa dan otoritatif, seperti pada saat menghadapi mertua di atas. Pada saat menghadapi harapan sosial, biasanya seseorang juga cenderung berbohong ketika tidak bisa memenuhinya. Misalnya Anda seorang sarjana komputer, maka diharapkan Anda bisa memperbaiki komputer rusak. Nah, padahal Anda sudah lupa sama sekali soal komputer karena telah lama tidak mengutak-utik komputer. Jika Anda menjawab tidak bisa, itu artinya menentang harapan sosial yang ditujukan pada Anda sebagai seorang sarjana sosial. Jika menjawab bisa, Anda toh masih bisa membawanya ke bengkel reparasi.
Pada situasi yang membutuhkan penghiburan, bukankah seseorang juga didorong untuk berbohong? Apakah Anda akan mengatakan pada teman Anda bahwa kanker yang dideritanya akan membunuhnya dalam 1 bulan? Lhasangat mungkin Anda hanya akan mengatakan baik-baik saja padanya. Itu bohong bukan?!
Faktor kemanfaatan bagi pembohong
Mengapa Anda mau berbohong? Salah satunya adalah karena bohong memberikan manfaat kepada Anda, baik secara langsung maupun tidak. Jikalau berbohong merugikan Anda, kira-kira apakah Anda mau berbohong? Terdapat beberapa manfaat yang bisa diraih jika melakukan kebohongan. Kemanfaatan bagi diri si pembohong bisa berupa kemanfaatan psikis maupun fisik dan material. Mungkin Anda hanya bisa mendapatkan satu manfaat dari satu kebohongan. Akan tetapi mungkin juga beberapa manfaat bisa sekaligus Anda dapatkan dari satu kebohongan.
Berikut adalah manfaat-manfaat yang mungkin bisa didapat dari melakukan kebohongan dan menjadi sebab seseorang melakukan kebohongan. Coba Anda ingat-ingat mana yang paling sering Anda lakukan.
  1. Melindungi kepentingan
  2. Menguntungkan kepentingan
  3. Menimbulkan respon emosional tertentu yang diinginkan
  4. Melindungi dari rasa malu, kehilangan muka, atau terlihat buruk
  5. Melindungi dari ketidaksetujuan
  6. Melindungi dari rasa terluka
  7. Melindungi dari kekhawatiran
  8. Melindungi dari konflik
  9. Melindungi dari ketidaknyamanan
  10. Melindungi privasi
  11. Membuat terlihat lebih baik dari yang sebenarnya
  12. Membuat tampak berbeda dari sebenarnya
  13. Mengatur perasaan, emosi dan mood yang dimiliki
  14. Mendapatkan keuntungan personal bagi
  15. Membuat sesuatu lebih mudah atau lebih nyaman
  16. Membantu mendapatkan informasi yang diinginkan
  17. Membantu mendapatkan apa yang diinginkan
  18. Melindungi dari hukuman fisik
  19. Melindungi aset, properti atau harta
  20. Melindungi keamanan
  21. Melindungi dari kehilangan status atau posisi tertentu
  22. Melindungi dari sesuatu yang mengganggu atau yang tak ingin dilakukan
Faktor kemanfaatan bagi orang lain
Mungkin Anda berbohong bukan untuk diri Anda tapi untuk orang lain. Misalnya pada saat Anda diminta teman Anda untuk membohongi pacarnya kalau teman Anda itu sedang bersama Anda, padahal teman Anda sedang bersama selingkuhannya. Demikian juga saat kakak Anda dicari-cari preman yang mau menghajar, tentu saja Anda akan lebih suka berbohong kakak tidak di rumah daripada kakak Anda kena hajar.
Secara rinci, berikut beberapa alasan yang mungkin membuat Anda berbohong demi orang lain.
  1. Melindungi atau meningkatkan keadaan orang lain secara psikologis
  2. Melindungi atau menguntungkan kepentingan orang lain
  3. Melindungi orang lain dari rasa malu, kehilangan muka, atau terlihat buruk
  4. Melindungi orang lain dari ketidaksetujuan atau  luka hati,
  5. Melindungi orang lain dari kekhawatiran
  6. Melindungi orang lain dari konflik
  7. Melindungi orang lain dari ketidaknyamanan
  8. Melindungi privasi orang lain
  9. Membuat orang lain terlihat lebih baik dari yang sebenarnya
  10. Membuat orang lain tampak berbeda dari sebenarnya
  11. Mengatur perasaan, emosi dan mood yang dimiliki orang lain
  12. Mendapatkan keuntungan personal bagi orang lain
  13. Membuat sesuatu lebih mudah atau lebih nyaman bagi orang lain
  14. Membantu orang lain mendapatkan informasi yang diinginkan
  15. Membantu orang lain  mendapatkan apa yang diinginkan
  16. Melindungi orang lain dari hukuman fisik
  17. Melindungi aset, properti atau harta orang lain
  18. Melindungi keamanan orang lain
  19. Melindungi orang lain dari kehilangan status atau posisi tertentu
  20. Melindungi orang lain dari sesuatu yang mengganggu atau yang tak ingin dilakukan

0 komentar: